Jawaban UAS Belajar & Pembelajaran (Dr. Rusman, M. Pd)


PERTANYAAN NO. 1 :

Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilaku guru adalah membelajarkan dan perilaku siswa adalah belajar. Berkenaan dengan hal tersebut coba Anda lakukan analisis komprehenship apa hakekat dari belajar dan pembelajaran yang sesungguhnya. Bagaimana posisi guru yang seharusnya dalam kegiatan pembelajaran tersebut?
Jawaban :
Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar.


Di bawah ini disampaikan tentang pengertian belajar dari para ahli :
  • Moh. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.
  • Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.
  • Crow & Crow dan (1958) : “ belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru”.
  • Hilgard (1962) : “belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi”
  • Di Vesta dan Thompson (1970) : “ belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”.
  • Gage & Berliner : “belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang yang muncul karena pengalaman”
Dari beberapa pengertian belajar tersebut diatas, kata kunci dari belajar adalah perubahan perilaku. Dalam hal ini, Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku, yaitu :
1. Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional).
Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan. Begitu juga dengan hasil-hasilnya, individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat, dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Misalnya, seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu juga, setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan.
2. Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu).
Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga, pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu, akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan berikutnya. Misalnya, seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”, maka pengetahuan, sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”.
3. Perubahan yang fungsional.
Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru.
4. Perubahan yang bersifat positif.
Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. Misalnya, seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru.
5. Perubahan yang bersifat aktif.
Untuk memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan perubahan. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan, berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya.
6. Perubahan yang bersifat pemanen.
Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoperasikan komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut.
7. Perubahan yang bertujuan dan terarah.
Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Misalnya, seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan, tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi Pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
8. Perubahan perilaku secara keseluruhan.
Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata, tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Misalnya, mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”, disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”, dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. Begitu juga, dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”.
Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun, 2003), perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat berbentuk :
  1. Informasi verbal; yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal, baik secara tertulis maupun tulisan, misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda, definisi, dan sebagainya.
  2. Kecakapan intelektual; yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol, misalnya: penggunaan simbol matematika. Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan (discrimination), memahami konsep konkrit, konsep abstrak, aturan dan hukum. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah.
  3. Strategi kognitif; kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya. Dalam konteks proses pembelajaran, strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran, sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran.
  4. Sikap; yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan yang akan dilakukan. Dengan kata lain. Sikap adalah keadaan dalam diri individu yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa, didalamnya terdapat unsur pemikiran, perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak.
  5. Kecakapan motorik; ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik.
Sementara itu, Moh. Surya (1997) mengemukakan bahwa hasil belajar akan tampak dalam :
  1. Kebiasaan; seperti : peserta didik belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan penggunaan kata atau struktur yang keliru, sehingga akhirnya ia terbiasa dengan penggunaan bahasa secara baik dan benar.
  2. Keterampilan; seperti : menulis dan berolah raga yang meskipun sifatnya motorik, keterampilan-keterampilan itu memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan kesadaran yang tinggi.
  3. Pengamatan; yakni proses menerima, menafsirkan, dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera secara obyektif sehingga peserta didik mampu mencapai pengertian yang benar.
  4. Berfikir asosiatif; yakni berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya dengan menggunakan daya ingat.
  5. Berfikir rasional dan kritis yakni menggunakan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian dalam menjawab pertanyaan kritis seperti “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why).
  6. Sikap yakni kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan.
  7. Inhibisi (menghindari hal yang mubazir).
  8. Apresiasi (menghargai karya-karya bermutu.
  9. Perilaku afektif yakni perilaku yang bersangkutan dengan perasaan takut, marah, sedih, gembira, kecewa, senang, benci, was-was dan sebagainya.
Sedangkan menurut Bloom, perubahan perilaku yang terjadi sebagai hasil belajar meliputi perubahan dalam kawasan (domain) kognitif, afektif dan psikomotor, beserta tingkatan aspek-aspeknya.
Sumber :

PERTANYAAN NO. 2 :
UNESCO telah mengeluarkan empat pilar pembelajaran, yaitu learning to know, learning to be, learning to life together, dan learning to do. Coba Anda jelaskan apa maksud dari ke empat pilar pembelajaran tersebut. Bagaimana implementasi dan implikasinya dalam kegiatan pembelajaran di madrasah ?
Jawaban :
Untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan dunia yang sangat cepat, Unesco (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) merumuskan empat pilar belajar, yaitu: belajar mengetahui (learning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar berkembang secara utuh (learning to be).
1. Belajar mengetahui (learning to know)
Belajar mengetahui berkenaan dengan perolehan, penguasaan dan pemanfaatan informasi. Dewasa ini terdapat ledakan informasi dan pengetahuan. Hal itu bukan saja disebabkan karena adanya perkembangan yang sangat cepat dalam bidang ilmu dan teknologi, tetapi juga karena perkembangan teknologi yang sangat cepat, terutama dalam bidang elektronika, memungkinkan sejumlah besar informasi dan pengetahuan tersimpan, bisa diperoleh dan disebarkan secara cepat dan hampir menjangkau seluruh planet bumi. Belajar mengetahui merupakan kegiatan untuk memperoleh, memperdalam dan memanfaatkan pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dengan berbagai upaya perolehan pengetahuan, melalui membaca, mengakses internet, bertanya, mengikuti kuliah, dll. Pengetahuan dikuasai melalui hafalan, tanya-jawab, diskusi, latihan pemecahan masalah, penerapan, dll. Pengetahuan dimanfaatkan untuk mencapai berbagai tujuan: memperluas wawasan, meningkatakan kemampuan, memecahkan masalah, belajar lebih lanjut, dll.
Jacques Delors (1996), sebagai ketua komisi penyusun Learning the Treasure Within, menegaskan adanya dua manfaat pengetahuan, yaitu pengetahuan sebagai alat (mean) dan pengetahuan sebagai hasil (end). Sebagai alat, pengetahuan digunakan untuk pencapaian berbagai tujuan, seperti: memahami lingkungan, hidup layak sesuai kondisi lingkungan, pengembangan keterampilan bekerja, berkomunikasi. Sebagai hasil, pengetahuan mereka dasar bagi kepuasaan memahami, mengetahui dan menemukan.
Pengetahuan terus berkembang, setiap saat ditemukan pengetahuan baru. Oleh karena itu belajar mengetahui harus terus dilakukan, bahkan ditingkatkan menjadi knowing much (berusaha tahu banyak).
2. Belajar berkarya (learning to do)
Agar mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat, maka individu perlu belajar berkarya. Belajar berkarya berhubungan erat dengan belajar mengetahui, sebab pengetahuan mendasari perbuatan. Dalam konsep komisi Unesco, belajar berkarya ini mempunyai makna khusus, yaitu dalam kaitan dengan vokasional. Belajar berkarya adalah balajar atau berlatih menguasai keterampilan dan kompetensi kerja. Sejalan dengan tuntutan perkembangan industri dan perusahaan, maka keterampilan dan kompetisi kerja ini, juga berkembang semakin tinggi, tidak hanya pada tingkat keterampilan, kompetensi teknis atau operasional, tetapi sampai dengan kompetensi profesional. Karena tuntutan pekerjaan didunia industri dan perusahaan terus meningkat, maka individu yang akan memasuki dan/atau telah masuk di dunia industri dan perusahaan perlu terus bekarya. Mereka harus mampu doing much (berusaha berkarya banyak).

3. Belajar hidup bersama (learning to live together)
Dalam kehidupan global, kita tidak hanya berinteraksi dengan beraneka kelompok etnik, daerah, budaya, ras, agama, kepakaran, dan profesi, tetapi hidup bersama dan bekerja sama dengan aneka kelompok tersebut. Agar mampu berinteraksi, berkomonikasi, bekerja sama dan hidup bersama antar kelompok dituntut belajar hidup bersama. Tiap kelompok memiliki latar belakang pendidikan, kebudayaan, tradisi, dan tahap perkembangan yang berbeda, agar bisa bekerjasama dan hidup rukun, mereka harus banyak belajar hidup bersama, being sociable (berusaha membina kehidupan bersama)
4. Belajar berkembang utuh (learning to be)
Tantangan kehidupan yang berkembang cepat dan sangat kompleks, menuntut pengembangan manusia secara utuh. Manusia yang seluruh aspek kepribadiannya berkembang secara optimal dan seimbang, baik aspek intelektual, emosi, sosial, fisik, maupun moral. Untuk mencapai sasaran demikian individu dituntut banyak belajar mengembangkan seluruh aspek kepribadiannya. Sebenarnya tuntutan perkembangan kehidupan global, bukan hanya menuntut berkembangnya manusia secara menyeluruh dan utuh, tetapi juga manusia utuh yang unggul. Untuk itu mereka harus berusaha banyak mencapai keunggulan (being excellence). Keunggulan diperkuat dengan moral yang kuat. Individu-individu global harus berupaya bermoral kuat atau being morally.

Sumber :

PERTANYAAN NO. 3 :
Hasil berbagai penelitian para ahli tentang kegiatan guru dan siswa dalam kaitannya dengan penguasaaan bahan pembelajaran adalah model pembelajaran.
Berkenaan dengan hal tersebut coba Anda jelaskan:
a.       Ciri-ciri Model Pembelajaran
b.      Empat jenis Model Pembelajaran berdasarkan Teori

Jawaban :
Joyce & Weil (1980) mendefinisikan model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Jadi model pembelajaran cenderung preskriptif, yang relatif sulit dibedakan dengan strategi pembelajaran.
a.      Ciri – ciri Model Pembelajaran
1.      Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli tertentu.
2.      Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu
3.      Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar di kelas
4.      Memiliki bagian – bagian model yang dinamakan :
·         Urutan langkah – langkah pembelajaran (syntax)
·         Adanya prinsip – prinsip reaksi
·         Sistem sosial
·         Sistem pendukung
5.      Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran.
·         Dampak pembelajaran , yaitu hasil belajar yang dapat diukur
·         Dampak pengiring, yaitu hasil belajar jangka panjang
6.      Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya.

b.      Empat jenis Model Pembelajaran berdasarkan Teori
1.      Model Interaksi Sosial
Model ini didasari oleh teori Gestalt (field theory). Model ini menitikberatkan hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat (learning to life together).
Aplikasi dalam pembelajaran adalah :
·         Pengalaman (Insight/Tilikan)
·         Pembelajaran Yang Bermakna
·         Perilaku Bertujuan
·         Prinsip Ruang Hidup (Life Space)
Strategi Pembelajarannya Sebagai Berikut :
·         Kerja kelompok
·         Pertemuan kelas
·         Pemecahan masalah sosial atau social inquiry
·         Bermain peranan
·         Simulasi sosial

2.      Model Pemrosesan Informasi
Model ini berdasarkan teori belajar kognitif (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi yang dapat memperbaiki kemampuannya. Pemrosesan informasi merujuk pada cara mengumpulkan / menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep dan menggunakan simbol verbal dan visual.
Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang kemudian diolah sehingga menghasilkan output dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi interaksi antara kondisi internal (keadaan individu, proses kognitif) dan kondisi – kondisi eksternal (rangsangan dari lingkungan) dan interaksi antar keduanya akan menghasilkan hasil belajar. Pembelajaran merupakan keluaran dari pemrosesan informasi yang berupa kecakapan manusia (human capabilities) yang terdiri dari :
·         Informasi Verbal
·         Kecakapan Intelektual
·         Strategi Kognitif
·         Sikap
·         Kecakapan Motorik

3.      Model Personal (Personal Models)
Model ini bertitik tolak dari teori Humanistik, yaitu berorientasi terhadap pengembangan diri individu. Perhatian utamanya pada emosional siswa untuk mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya. Model ini menjadikan pribadi siswa yang mampu membentuk hubungan yang harmonis serta mampu memproses informasi secara efektif.
Implikasi dalam pendidikan meliputi :
·         Bertingkah laku dan belajar adalah hasil pengamatan
·         Tingkah laku yang ada dapat dilaksanakan sekarang (learning to do)
·         Semua individu memiliki dorongan dasar terhadap aktualisasi diri
·         Sebagian besar tingkah laku individu adalah hasil dari konsepsinya sendiri
·         Mengajar adalah bukan hal penting, tapi belajar siswa adalah sangat penting (learn how to learn)
·         Mengajar adalah membantu individu untuk mengembangkan suatu hubungan yang produktif dengan lingkungannya dan memandang dirinya sebagai pribadi yang cakap

Strategi pembelajarannya sebagai berikut :
·         Pembelajaran non direktif, bertujuan untuk membentuk kemampuan dan perkembangan pribadi (kesadaran diri, pemahaman dan konsep diri)
·         Latihan kesadaran, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal atau kepedulian siswa
·         Sintetik, untuk mengembangkan kreatifitas pribadi dan memecahkan masalah secara kreatif
·         Sistem konseptual, untuk meningkatkan kompleksitas dasar pribadi yang luwes

4.      Model Modifikasi Tingkah Laku (Behavioral)
Model ini bertitik tolak dari teori belajar behavioristik, yaitu bertujuan untuk mengembangkan sistem yang efisien untuk mengurutkan tugas – tugas belajar dan membentuk tingkah laku dengan cara memanipulasi penguatan (reinforcement). Model ini lebih banyak menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan perilaku yang tidak dapat diamati. Karakteristik model ini adalah dalam hal penjabaran tugas – tugas yang harus dipelajari siswa lebih efisien dan berurutan.
Ada 4 fase dalam model ini, yaitu :
·         Fase mesin pembelajaran (CAI dan CBI)
·         Penggunaan media
·         Pengajaran berprograma (Linier dan branching)
·         Operant Conditioning dan Operant Reinforcement
Implementasi dari model ini adalah meningkatkan ketelitian pengucapan pada anak. Guru selalu perhatian terhadap tingkah laku belajar siswa. Modifikasi tingkah laku anak yang kemampuan belajarnya rendah dengan reward, sebagai reinforcement pendukung.

Sumber :

Rusman, Dr., 2010, Model – Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Seri Manajemen Sekolah Bermutu, PT. Mulia Mandiri Pers, Bandung.

http://ekagurunesama.blogspot.com/2010/07/definisi-model-pembelajaran.html

PERTANYAAN NO. 4 :
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi membawa dampak yang luar biasa dalam kegiatan pembelajaran. Ada empat pola pembelajaran dilihat dari penggunaan TIK atau media, yaitu Pola Pembelajaran Tradisional 1, Pola Pembelajaran Tradisional 2, Pola Pembelajaran Guru-Media, dan Pola Pembelajaran Bermedia. Coba Anda jelaskan keempat pola pembelajaran tersebut disertai dengan contohnya. Dari keempat pola tersebut manakah yang paling baik berkenaan dengan penggunaan TIK dalam kegiatan pembelajaran ?
Jawaban :
Pola Pembelajaran dilihat dari penggunaan TIK atau media dikemukakan oleh Barry Morries terdiri dari 4 macam, yaitu :
       I.            Pola pembelajaran tradisional pertama adalah pola pembelajaran dimana guru sebagai pusat dari informasi, dalam pola guru memiliki peranan yang sangat besar dalam proses pembelajaran, siswa hanya sebagai pendengar.
Pola Pembelajaran Tradisional 1 :
Contohnya: Metode ceramah yang dilakukan guru saat mata pelajaran IPS, dimana guru menerangkan mata pelajaran tersebut pada siswa, sesuai dengan pengetahuan yang guru tersebut ketahui, dan para siswanya mendengarkan apa yang guru jelaskan.
    II.            Pola tradisional kedua dalam proses pembelajaran sudah digunakan media sebagai alat bantu dalam menyampaikan informasi kepada siswa, pada pola kedua ini guru sudah memanfaatkan media sebagai alat untuk menyampaikan materi, misalnya guru menggunakan OHP, Flowchart, Media Audio, dan lain-lain. Namun pada pola ini si guru masih dominan.
Pola Pembelajaran Tradisional 2 :
Contoh: Guru menerangkan mata pelajaran IPA sesuai dengan pengetahuan yang dia miliki, dengan menunjukkan gambar yang telah disiapakan oleh guru tersebut sebelumnya, gambar tersebut ditunjukkan pada siswa menggunakan OHP.
 III.            Pola ketiga adalah pola pembelajaran guru dan media, dalam hal ini guru menyampaikan materi kepada siswa dengan didampingi media. Dalam pola ini prosentase guru dan media adalah 50%.
Pola Pembelajaran Guru dan Media :
Contoh: guru menerangkan mata pelajaran sejarah, dan guru tersebut sudah membuat presentasi mata pelajaran sejarah sebelumnya. Dan guru tersebut menunjukkan presentasinya dengan LCD Projector.
 IV.            Pola keempat adalah pola pembelajaran bermedia, pada pola ini guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi bagi kegiatan pembelajaran para siswa. Akan tetapi siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai media.
Pola Pembelajaran Bermedia :
Contoh: Pada mata pelajaran TIK guru memerintahkan para siswanya untuk membuat e-mail, lalu guru tersebut memberikan tugas pada siswanya dengan mengirimkan e-mail, dan siswa dapat menjawab pertanyaan dengan browsing di internet.
Berdasarkan ke empat pola pembelajaran di atas maka Pola Pembelajaran Bermedia merupakan pola pembelajaran yang sudah menggunakan media TIK secara menyeluruh.  Dalam kegiatan pembelajaran Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa tapi peran guru hanya sebagai fasilitator dalam proses belajar siswa. Pembelajaran sepenuhnya harus dilakukan oleh siswa dengan bantuan media TIK sebagai sumber belajar bagi siswa. Media atau TIK didisain berperan secara penuh dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Tugas guru hanya sebagai konsultan/pembimbing bagi siswa. Jadi dalam kegiatan pembelajaran sudah berorientasi penuh pada pola student center atau berpusat pada siswa.

Sumber :
Rusman, Dr., 2010, Model – Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Seri Manajemen Sekolah Bermutu, PT. Mulia Mandiri Pers, Bandung.

http://sejarahfotografi.blogspot.com/2010/01/psikologi-pendidikan.html

PERTANYAAN NO. 5
Salah satu penentu kualitas pendidikan adalah Guru yang professional. Menurut Anda seperti apakah guru yang professional itu? Berikan argumentasi Anda secara utuh tentang sosok guru yang professional tersebut.
Jawaban :
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, pasal 2 disebutkan bahwa Guru wajib memiliki Kualifikasi Akademik, Kompetensi, Sertifikat Pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Kompetensi yang dimaksud adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Kompetensi Guru sebagaimana dimaksud meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi Guru bersifat holistik.

Kompetensi pedagogik  merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurangkurangnya meliputi:
a.       Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan;
b.      Pemahaman terhadap peserta didik;
c.       Pengembangan kurikulum atau silabus;
d.      Perancangan pembelajaran;
e.       Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis;
f.       Pemanfaatan teknologi pembelajaran;
g.      Evaluasi hasil belajar; dan
h.      Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup kepribadian yang:
a.       Beriman dan bertakwa;
b.      Berakhlak mulia;
c.       Arif dan bijaksana;
d.      Demokratis;
e.       Mantap;
f.       Berwibawa;
g.      Stabil;
h.      Dewasa;
i.        Jujur;
j.        Sportif;
k.      Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat;
l.        Secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri; dan
m.    Mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.
Kompetensi sosial merupakan kemampuan Guru sebagai bagian dari Masyarakat yang sekurang-kurangnya meliputi kompetensi untuk:
a.       Berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat secara santun;
b.      Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional;
c.       Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik;
d.      Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku; dan
e.       Menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan.
Kompetensi profesional  merupakan kemampuan Guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan budaya yang diampunya yang sekurang-kurangnya meliputi penguasaan:
a.       Materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan
b.      Konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
Jadi seorang guru dapat disebut profesional jika telah memenuhi ke empat Komptensi tersebut di atas. Selain itu juga telah mengikuti program sertifikasi guru sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.
Sumber :
http://sitimasruroh.blogspot.com/2009/11/kompetensi-guru.html

PERTANYAAN NO. 6
Pemerintah melalui BSNP telah mengeluarkan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007  tentang Standar proses  Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, salah satu yang distandarkan adalah perencanaan proses pembelajaran. Coba Anda buat RPP untuk mata pelajaran TIK yang sesuai dengan standar proses pembelajaran, dimana dalam kegiatan pembelajaran (Kegiatan Inti) ada kegiatan Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi.
Jawaban :
Dalam kegiatan inti pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan materi pembelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

a.      Eksplorasi
Kegiatan eksplorasi dimaksudkan untuk mencari informasi yang luas dan mendalam berdasarkan pengalaman peserta didik tentang materi yang akan dipelajari. Dalam eksplorasi guru;
1)      melibatkan peserta didik dengan menerapkan prinsip alam ambang guru dan belajar dari aneka sumber.
2)      menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran serta sumber belajar lain yang relevan
3)      memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.
4)      melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
5)      memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio atau lapangan.

b.      Elaborasi
Pada kegiatan elaborasi, guru ;
1)      membiasakan peserta didik dalam membaca dan menulis melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
2)      memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
3)      memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
4)      memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
5)      memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
6)      memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tulisan, secara individu atau kelompok;
7)      memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, atau cara-cara lain yang efektif terhadap produk yang dihasilkan;
8)      memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri.

c.       Konfirmasi
Kegiatan konfirmasi adalah memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai metoda. Guru perlu :
1)      memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik;
2)      memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan;
3)      memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar. Dalam hal ini guru:
·         berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
·         membantu menyelesaikan masalah;
·         memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
·         memberi informasi untuk bereksplorasi lebih lanjut;
·         memberi motivasi kepada peserta untuk bereksplorasi lebih lanjut

Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah
:
MTs Al Husna
Mata Pelajaran
:
Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK)
Kelas/Semester
:
IX (Sembilan) / 1 (satu)
Standar Kompetensi
:
Memahami dasar – dasar penggunaan Internet/intranet
Kompetensi Dasar
:
1.1. Menjelaskan pengertian dasar-dasar Internet/Intranet
Indikator
:
·     Menjelaskan pengertian internet
·     Menjelaskan pengertian intranet
Alokasi Waktu
:
1 x 40 menit

1.      Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui studi pustaka, peserta didik mampu :
·     Menjelaskan pengertian internet dengan benar
·     Menjelaskan pengertian intranet dengan benar

2.      Materi Pembelajaran
·     Pengertian Internet/intranet


3.      Metode Pembelajaran
Pendekatan : Contextual Teaching Learning (CTL)
Model         : Cooperative Learning

4.      Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.   Kegiatan pendahuluan
·     Menanyakan kepada peserta didik macam – macam Teknologi Informasi
·     Menyampaikan tujuan pembelajaran
·     Peserta didik membentuk kelompok diskusi (dua siswa)
2.   Kegiatan Inti
·     Masing-masing kelompok mengaktifkan Komputer (eksplorasi)
·     Kelompok berdiskusi mengerjakan sesuai dengan LKS (eksplorasi)
·     Peserta didik dalam kelompoknya menemukan pengertian internet dan intranet (eksplorasi)
·     Kelompok membuat resume  tentang pengertian internet dan intranet (elaborasi)
·     Melakukan presentasi kelompok (perwakilan 3 kelompok, kelompok lain menanggapinya)--- (elaborasi)
  1. Kegiatan penutup
·   Menarik kesimpulan pengertian internet dan intranet (Konfirmasi)

5.      Sumber Belajar
Komputer, lembar kerja, buku paket, CD Ilmu Komputer.

6.      Penilaian
1. Teknik
      Tes tertulis (kelompok)
2. Bentuk Instrumen
            Uraian



3. Instrumen/Soal
      1. Jelaskan pengertian Internet!
      2. Jelaskan pengertian Intranet!
                                                                                   
                                                                                                Bekasi, 16 Juli 2010
            Mengetahui
            Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Pelajaran



            Dr, Hidayat Komar, S. Ag., M.MPd                          Abdul Rosid
            NIP.                                                                            NIP

Sumber :
http://smkn1kertajati.dikti.net/index.php?option=com_content&view=article&id=1:welcome-to-joomla&catid=1:latest-news&Itemid=50



Download Jawaban UAS Belajar & Pembelajaran TIK

0 komentar: